Pages

Sejarah Silalahi

by agusleo on Feb.17, 2009

Silalahi..
Sebuah marga yang memiliki sejarah yang panjang dan keturunan yang banyak.
Dari sekian banyak keturunan itu, saya adalah salah satunya. Saya merupakan keturunan dari Silalahi Sidebang. Disini saya akan berusaha untuk memberikan penjelasan tentang silsilah dari marga Silalahi. Sekedar informasi bagi saudara-saudara semuanya.


Tanah Leluhur keturunan Silahisabungan

Sejarah mencatat, Sipaettua, Silahisabungan dan Sirajaoloan harus meninggal- kan saudara sulung mereka Sibagotnipohan di Lumban Gorat (Balige).
Dalam perjalan Sipaettua, Silahisabungan dan Sirajaoloan meninggalkan tanah leluhur mereka, mereka sepakat untuk mencari daerah baru dan menjauh dari saudara sulung mereka di Lumban Gorat ( Balige ).
Sipaettua akhirnya memilih tinggal menetap di Laguboti dan keturunannya, yaitu Pangulu Ponggok Naiborngin, Sipartano Naiborngin dan Pardundong alias Puraja Laguboti. Keturunan Pangulu Ponggok Naiborngin memakai marga Hutahaean, Aruan dan Hutajulu. Keturunan Sipartano Naiborngin memakai marga Sibarani dan Sibuea. Keturunan Puraja Laguboti memakai marga Pangaribuan dan Hutapea Laguboti.
Tinggallah Silahisabungan dan Sirajaoloan melanjutkan perjalanan mereka. Akhirnya Sirajaoloan memilih tinggal menetap di Pangunguran Samosir, namun kemudian Sirajaoloan berpindah lagi ke Bakara. Keturunan Sirajaoloan memakai marga Naibaho, Sihotang, Bakara, Sinambela, Sihite, Manullang.
Silahisabungan akhirnya mengembara sebatangkara meninggalkan adiknya Sirajaoloan di Pangunguran sampai kemudian Silahisabungan menemukan suatu daerah dan menamainya Silalahi Nabolak (sekarang wilayah Kab. Dairi). Keturunan Silahisabungan memakai marga Sihaloho, Situngkir, Rumasondi, Sidabariba, Sinabutar, Sidebang , Pintubatu, Tambun, Tambunan, Silalahi, Doloksaribu, Sinurat, Nadapdap, Naiborhu, Rumasingap, Sipangkar, Sipayung, Sembiring, Sigiro dan Lumbanpea.

HORJA BIUS

Dalam budaya masyarakat Batak mengenal BIUS. Dahulu kala, Bius merupakan hukum adat tertinggi dalam persekutuan masyarakat Batak ( yang nota bene terdiri atas beberapa marga ) dalam suatu wilayah / huta. Pimpinan tertinggi dari bius ini adalah berasal dari Raja Marga Sipungka Huta. Yang dimaksud Raja Marga Sipungka Huta ( Raja Bius ) adalah golongan marga perintis (Penguasa) yang mendiami sekaligus pengukuhan kepemilikan wilayah / huta tersebut bagi marga-marga pendatang. Bius sangat dihormati sebagai hukum dan ikatan persatuan antara marga-marga Sipungka Huta dengan marga-marga pendatang di wilayah / huta itu.
Kegiatan ini disebut Horja Bius. Horja Bius hanya dapat dilakukan oleh Marga Sipungka Huta. Di Pangunguran Samosir misalnya, dikenal bius Sitolu Hae. Disebut Sitolu Hae karena di wilayah ini terdiri dari 3 (tiga) marga Sipungka huta, yaitu marga Naibaho keturunan Sirajaoloan, marga Simbolon keturunan Simbolontua dan Sitanggang keturunan Muntetua.
Naibaho terdiri atas marga-marga Siahaan, Sitangkaraek, Sidauruk, Sihutaparik dan Siagian. Simbolon terdiri atas marga-marga Nadeak, Tamba, Simbolon dan Silalahi ( sebagai Boru). Sitanggang terdiri atas marga Sitanggang, Sigalinging, Raja Pangadat dan Malau ( sebagai Boru ). Artinya, marga Silalahi dan marga Malau adalah sebagai pendatang yang dikukuhkan marga Sipungka huta mendiami wilayah / huta Pangunguran.
Bius Silahisabungan berada di Silalahi Nabolak, yang disebut Bius Parsang- garan yang terbagi atas 3 (tiga) turpuk yakni Bius Siopat Turpuk ( Sihaloho, Rumasondi, Sidabariba, Pintubatu), Bius Sitolu Tupuk ( Situngkir, Sinabutar, Sidebang), Bius Tambun.

Catatan :


1) Keturunan Silahisabungan ( marga Silalahi ) yang ada di Samosir( Pangunguran, Parbaba, Tolping, Sibisa ) adalah sebagai marga pendatang. Faktanya, marga Silalahi bukan sebagai Sipungka Huta, artinya marga Silalahi tidak memiliki kapasitas menjadi Raja Bius.
2) Kisah penculikan 3 ( tiga ) cucu Raja Silahisabungan, namun 2 ( dua )orang berhasil meloloskan diri ketika perahu Tuan Sihubil melewati pesisir Pangunguran diindikasikan sebagai cikal bakal keberadaan marga Silalahi di Pangunguran , Tolping dan sekitarnya.

Itulah sejarah marga silalahi. Meskipun sekarang banyak bermunculan masalah tentang sejarah itu saya hanya berpesan bersatulah dan majulah orang batak.

HORAS...HORAS...


Sumber : Buku, Sejarah Raja Silahisabungan , oleh. J.SihalohoArtikel,
Bius , oleh. A.Alden Sihaloho

35 comment:

Anonim mengatakan...

saya bernama hotma alex nofri silalahi saya ingin tahu asal usul silalhi raja parmahan

Anonim mengatakan...

Horas pra..
saya candro silalahi, saya mau nanya. Koq ada marga silalahi raja. Soalnya Saya prnh ada tmn yg ngaku klo dy tu "silalahi raja". Padahal kan ga ada tertera "silalahi raja". Emank sech dy asalnya dri pangururan, bkn dri silalahi na bolak.
Horas..

Anonim mengatakan...

horas di hamu apara ku
boasa di dok hamu silalahi dang adong
molo dang adong silalahi
boasa hamu mamake marga silalahi
aha do asli na marga muna????????
pake ma ntong da marga muna
manang si haloho
au merasa ter singgung
soal na au silalahi sian tolping
horas di hamu anggi doli nami

Anonim mengatakan...

Silalahi itu adalah margaku, aku berasal dari Tolping Samosir. Marga Silalahi itu adalah untuk keturunan Raja Silahisabungan dari istrinya yang pertama, yaitu Siboru Baso Nabolon (putri dari Tuan Sorbadijulu/Parna). Lalu Silahisabungan menikahi putri dari Pakpak (Dairi) bernama Pingganmatio Boru Padang Batanghari dan melahirkan 7 anak (Sihaloho, Situngkir, Rumasondi, Sidebang, Sinabutar, SInabariba dan Pintubatu. Kemudian dari Boru Melengeleng (Putri Raja Mangarerak), yaitu istri ketiga Silahisabungan dilahirkan Raja Tambun (Marga Tambunan).

Tolping, Samosir merupakan tempat tinggal pertama Silahisabungan bersama istri pertamanya Siboru Baso Nabolon dan anak sulungnya Silahiraja (Silalahi Raja).

Berikut adalah uraian keturunan Raja Silahisabungan :

Istri pertama (Siboru Baso Nabolon) : anak-nya Silahiraja (Silalahi Raja)

Istri kedua (Pingganmatio) : anak-nya Sihaloho, Situngkir, Rumasondi, Sidebang, Sinabariba, Sinabutar, Pintubatu.

Istri ketiga (Boru Melengeleng) : Raja Tambun

romas simanullang mengatakan...

sebenarnya hubungan manullang dengan silalahi apa????apa bisa mereka itu marsibuatan???

romas simanullang mengatakan...

sihite,naibaho,sihotang,sinambela,bakkara,manullang.adalah mereka sama tapi kenapa ada sihite dan simanullang sudah jadi keluarga???itu kan sirajaoloan???

rodinson mengatakan...

Silahi sabungan ketika bertemu dng Raja Parultop ,raja parultop menanyakan apakah Silahisabungan sudah berkeluarga,jawab Silahisabungan Dia belum berumahtangga, maka diusulkan supaya silahisabungan berumah tangga dengan anaknya. Dahulu berbohong sangat tabu, maka kita ambil kesimpulan bahwa istri pertama silahisabungan adalah omputta boru Pinggan Matio anak dari raja Parultop.TKS dr R Sinabang.

Anonim mengatakan...

SILALAHI (MARGA) INDENTITAS KETURUNAN DARI SILALAHI NABOLAK.
Silalahi, awalnya adalah panggilan buat orang-orang dari Silalahi Nabolak di tanah / negeri perantauan mereka. Namun kemudian berkembang sebagai marga.
Silalahi , yaitu keturunanan Raja Parmahan dari Hinalang, Balige, Toba Holbung.

Sebagaimana walnya orang batak memberi panggilan kepada keturunannya sesuai dengan keadaan fisik atau perangai. Contoh : Raja Isumbaon , Silahi Sabungan , Si (m)bolon, Sibagot ni Pohan Si raja Oloan, Si Loho raja ... dll.., kemuadia berkembang di perantauan sesuai dengan menurut alam / nama kampung asalnya , seperti : Lumban toruan , lumban gaol, bsb... sampai kemudian berkembang menjadi Par Silalahi , par Limbong , Par Parapat ...

Anonim mengatakan...

Sedikit info kenapa 7T memakai SIlalahi..

Ada beberapa hal yang mesti kita pikirkan dengan kepala dingin dalam memahami Silalahi di Pagar Batu (Balige) atau yang disebut juga Silalahi Raja Parmahan.Fakta sekarang adalah HAHA DOLI TAMPUBOLON ANGGI DOLI SILALAHI....Sedari dulu orang tau bahwa marga Silalahi posisinya berada di Tolping, di Pangururan dan di Balige, karena dari jaman dulu Pitu Turpuk (Sihaloho, Situngkir, SOndiraja, Sinabutar, Sinabariba, Sidebang, Pintubatu) masih memakai marga-nya sendiri.Lalu kenapa orang Paropo mengatakan bahwa Silalahi Parmahan yang ada di Balige adalah turunan Sondiraja ? sedangkan Silalahi dari Samosir (Tolping, Pangururan) mengatakan bahwa Silalahi Parmahan berasal dari Samosir ?Sebelum melangkah jauh, saya terangkan terlebih dahulu 2 versi Silalahi Parmahan sebagai berikut ;1. Versi Silalahi Silahisabungan/Pintahaomasan Br Raja Nabolon, melahirkan anak ; Silalahi RajaSilalahi Raja/Br Simbolon Tua, melahirkan anak ; Raja Tolping (di Tolping), Bursok Raja (di Pangururan), Raja Bungabunga (dibawa Tuan Sihubil ke Balige dari Tolping dan disebut Silalahi Parmahan karena diculik saat sedang marmahan).2. Versi Pitu Turpuk (Sihaloho, Cs) ;Silahisabungan/Pingganmatio Boru Pakpak (belum diketahui dengan pasti sampai sekarang Boru Matanari/Padangbatanghari), melahirkan anak ; Sihaloho, Situngkir, SOndiraja, Sinabutar, Sinabariba, Sidebang, Pintubatu.

Sondiraja/Br Purba Siboro (Br Purba Siboro dan SOndiraja berbeda 7 generasi, tapi mari kita lewatkan dulu), melahirkan ; RUmasondi, Rumasingap.

Rumasondi memiliki anak Raja Bungabunga (diculik Tuan Sihubil dari Tolping saat marmahan dan dibawa ke Balige).

Anonim mengatakan...

Jika kita memahami dengan teliti kedua versi diatas, manakah yang masuk akal ? coba amati sekali lagi dan pikirkan bahan renungan dibawah ini ;

1. Sejak kapan keturunan SOndiraja ada di Tolping ? seumur-umur belum pernah keturunan SOndiraja di Tolping, kalaupun marmahan kenapa sampai jauh ke seberang danau dari Paropo ke Tolping ? bagaimana dia membawa kerbaunya.2. Jikalau memang benar Raja Bungabunga yang diculik Tuan SIhubil adalah anak Rumasondi, lalu kenapa diberi nama Silalahi Parmahan oleh keluarga Tuan Sihubil ? Dari mana Tuan SIhubil bisa memberi marga Silalahi pada Raja Bungabunga ?, sejauh ini Pitu Turpuk (sihaloho Cs) menjawab "yah karna diculik dari Huta Silalahi", kenyataannya bukan dari Huta Silalahi melainkan dari Tolping. Lagipula, satu hal harus dipikirkan, kalau pun versi Pitu Turpuk direvisi kembali dan mengatakan bahwa Raja Bungabunga diculik dari Huta Silalahi maka TIDAK MUNGKIN Tuan Sihubil tau nama Huta itu adalah Huta Silalahi, apakah ada PAPAN SELAMAT DATANG di pinggir danau yang mengatakan SELAMAT DATANG DI HUTA SILALAHI ?"

Jadi, yang jelas keluarga Tuan SIhubil mengatakan Raja Bungabunga sebagai Silalahi Parmahan dikarenakan Tuan SIhubil tahu bahwa Raja Bungabunga adalah ANAK DARI SEORANG AYAH BERNAMA SILALAHI, yaitu SILALAHI RAJA. Dengan demikian disebut SILALAHI RAJA PARMAHAN.

Masalah klaim-mengklaim, Pitu Turpuk mengatakan "buktikan di lapangan banyak Silalahi Parmahan di Balige yang mengaku sebagai keturunan RUmaosndi!!" Untuk memahami kenapa banyak yang mengaku berasal dari Pitu Turpuk maka bacalah tulisan dibawah ini ;

Pitu Turpuk yang telah beberapa generasi merantau ke Balige dianjurkan untuk mendeklarasikan dirinya sebagai Raja Parmahan Silalahi, semuanya, tanpa terkecuali. Sebagai informasi ; Pitu Turpuk yang merantau ke Balige itu banyak terdiri dari marga Sihaloho, Sidebang (Sinabang) Sigiro(Sinagiro) dan Sinabutar. Ke-4 marga ini pun sesuai anjuran Mubes Tarombo di Paropo tahun 1968 mendirikan PAGUYUBAN RAJA PARMAHAN di Balige, bersatu dalam satu payung, persatuan ke-4 marga yang menamakan dirinya Silalahi Parmahan ini tentunya menggencet keberadaan satu marga, yaitu Silalahi parmahan yang asli. Dengan inisiasi PAGUYUBAN RAJA PARMAHAN (persatuan dari ke-4 marga melebur menjadi satu marga Silalahi) didirikanlah Tugu Raja Parmahan di Balige. Namun tugu ini pun controversial, terbengkalai dan tertunda terus peresmiannya walaupun akhirnya diresmikan baru2 ini. Tugu itu tidak didirkan di kampung asli Silalahi Parmahan, namun didirkan dikampung pendatang yang mengaku Silalahi Parmahan (ke-4 marga tersebut diatas, yaitu Paguyuban). Dikarenakan Raja Parmahan versi Paropo tersebut adalah berupa PAGUYUBAN 4 marga ; Sihaloho, Sidebang(Sinabang), Sigiro(Sinagiro), Sinabutar, maka sudah pasti SUARA dari PAGUYUBAN ini lebih terdengar diabnding Silalahi parmahan yang asli, dan malah kecenderungannya Silalahi parmahan yang asli (di Balige) dewasa ini (karena tekanan social adapt dan sebagainya) cenderung memilih berdamai saja (berbaur) dengan Paguyuban ini, dikarenakan mereka lebih banyak dan pesta mereka selalu lebih ramai. Namun tidak semuanya seperti itu, masih ada keturunan Silalahi parmahan asli yang SADAR bahwa dia adalah Silalahi (Silalahi Raja).

Anonim mengatakan...

Jika kita memahami dengan teliti kedua versi diatas, manakah yang masuk akal ? coba amati sekali lagi dan pikirkan bahan renungan dibawah ini ;

1. Sejak kapan keturunan SOndiraja ada di Tolping ? seumur-umur belum pernah keturunan SOndiraja di Tolping, kalaupun marmahan kenapa sampai jauh ke seberang danau dari Paropo ke Tolping ? bagaimana dia membawa kerbaunya.2. Jikalau memang benar Raja Bungabunga yang diculik Tuan SIhubil adalah anak Rumasondi, lalu kenapa diberi nama Silalahi Parmahan oleh keluarga Tuan Sihubil ? Dari mana Tuan SIhubil bisa memberi marga Silalahi pada Raja Bungabunga ?, sejauh ini Pitu Turpuk (sihaloho Cs) menjawab "yah karna diculik dari Huta Silalahi", kenyataannya bukan dari Huta Silalahi melainkan dari Tolping. Lagipula, satu hal harus dipikirkan, kalau pun versi Pitu Turpuk direvisi kembali dan mengatakan bahwa Raja Bungabunga diculik dari Huta Silalahi maka TIDAK MUNGKIN Tuan Sihubil tau nama Huta itu adalah Huta Silalahi, apakah ada PAPAN SELAMAT DATANG di pinggir danau yang mengatakan SELAMAT DATANG DI HUTA SILALAHI ?"

Jadi, yang jelas keluarga Tuan SIhubil mengatakan Raja Bungabunga sebagai Silalahi Parmahan dikarenakan Tuan SIhubil tahu bahwa Raja Bungabunga adalah ANAK DARI SEORANG AYAH BERNAMA SILALAHI, yaitu SILALAHI RAJA. Dengan demikian disebut SILALAHI RAJA PARMAHAN.

Masalah klaim-mengklaim, Pitu Turpuk mengatakan "buktikan di lapangan banyak Silalahi Parmahan di Balige yang mengaku sebagai keturunan RUmaosndi!!" Untuk memahami kenapa banyak yang mengaku berasal dari Pitu Turpuk maka bacalah tulisan dibawah ini ;

Pitu Turpuk yang telah beberapa generasi merantau ke Balige dianjurkan untuk mendeklarasikan dirinya sebagai Raja Parmahan Silalahi, semuanya, tanpa terkecuali. Sebagai informasi ; Pitu Turpuk yang merantau ke Balige itu banyak terdiri dari marga Sihaloho, Sidebang (Sinabang) Sigiro(Sinagiro) dan Sinabutar. Ke-4 marga ini pun sesuai anjuran Mubes Tarombo di Paropo tahun 1968 mendirikan PAGUYUBAN RAJA PARMAHAN di Balige, bersatu dalam satu payung, persatuan ke-4 marga yang menamakan dirinya Silalahi Parmahan ini tentunya menggencet keberadaan satu marga, yaitu Silalahi parmahan yang asli. Dengan inisiasi PAGUYUBAN RAJA PARMAHAN (persatuan dari ke-4 marga melebur menjadi satu marga Silalahi) didirikanlah Tugu Raja Parmahan di Balige. Namun tugu ini pun controversial, terbengkalai dan tertunda terus peresmiannya walaupun akhirnya diresmikan baru2 ini. Tugu itu tidak didirkan di kampung asli Silalahi Parmahan, namun didirkan dikampung pendatang yang mengaku Silalahi Parmahan (ke-4 marga tersebut diatas, yaitu Paguyuban). Dikarenakan Raja Parmahan versi Paropo tersebut adalah berupa PAGUYUBAN 4 marga ; Sihaloho, Sidebang(Sinabang), Sigiro(Sinagiro), Sinabutar, maka sudah pasti SUARA dari PAGUYUBAN ini lebih terdengar diabnding Silalahi parmahan yang asli, dan malah kecenderungannya Silalahi parmahan yang asli (di Balige) dewasa ini (karena tekanan social adapt dan sebagainya) cenderung memilih berdamai saja (berbaur) dengan Paguyuban ini, dikarenakan mereka lebih banyak dan pesta mereka selalu lebih ramai. Namun tidak semuanya seperti itu, masih ada keturunan Silalahi parmahan asli yang SADAR bahwa dia adalah Silalahi (Silalahi Raja).

Anonim mengatakan...

Bingung sendiri dengan adanya 2 versi tentang silsilah keturunan Silalahi ini. Ada nggak ya yg bisa memastikan (yg lebih maha tahu tentang sejarah Silalahi)versi yang mana yg benar.

Anonim mengatakan...

Kenapa mempermasalahkan sesuatu yang sama-sama belum pasti. Kalaupun Yang mengaku silalahi raja benar, apa krn kebenaran itu mereka menjadi hebat? Demikian juga dengan silalahi sabungan, apa kebenaran itu membuat mereka menjadi hebat?
Jadi, semua nya ga usah sok tau, karena tidak ada yang bisa membuktikan semua itu. Jadi, apapun ungkapan yang ada diatas, semua cuma perkiraan aza, dan tidak terbukti kebenarannya. Semua tulisan tersebut adalah tulisan orang yang sok tahu. Kebenaran yang sebenarnya adalah, jalani hidupmu, dan bangga lah akan marga mu, tp bukan untuk kesombongan

boca parbaba mengatakan...

1. thx buat penulis,GBU.
2. anonim tlng kalau anonim tdk paham jgn komentar
karna mungkin anonim tdk pernah ke tugu sihaloho di silalahi nabolak, kalau sdh mestinya paham karena disana ada penjelasan yg dpt dipertanggung jawabkan.
3. kalau yg di tulis dan dikukuhkan para pendahulu kita, anonim pun tdk percaya... uda berat broo.

Anonim mengatakan...

Saya silalahi Raja, marga silalahi Raja diturunkan bapaku 38 tahun yang lalu, Marga bapaku diturunkan oppungku 78 tahun yang lalu, marga oppungku diturunkan op. ni bapaku ratusan tahun yang lalu, begitu seterusnya sampai ke Silalahi Raja, anak siakkangan Raja Silahi Sabungan. Kalau Cerita diatas diambil berdasarkan buku Jabangso Sihaloho, bagaiman buku itu bisa dipercayai, karena penulisnya sendiri pada kata pengantarpun sudah mengakui Tarombo itu salah, yang mana dia megantakan "LEBIH BAIK BERBUAT SALAH DARIPADA...."

Anonim mengatakan...

K.Silalahi Sipangkar,( Halaman kedua)
Alex Novri Silalahi!!.
Silalahi raja Parmahan( anak Sondi raja )yang diculik Tuan Sihubil dari Silalahi Nabolak tetap memakai marga Silalahi yang kemudian diangkat menjadi adik Tanpubolon oleh Tuan Sihubil (dengan marpadan), dan untuk membedakan dengan Silalahi yang lain disebutlah Silalahi raja Parmahan karena diculik dari parmahanan.Jadi bukan anak Silahi raja/Silalahi raja yang marpadan dengan Tampubolon seperti kata anonim. Silalahi raja Parmahan kemudian diberi tanah golat di Balige oleh Tuan Sihubil ( tanah Silalahi yang di Balige) dan berumah tangga serta tinggal disana . Silalahi raja Parmahan selalu ingat dongan tubunya yang di Silalahi Nabolak dan untuk itu dia memberi nama2 anaknya sama dengan nama2 dongan tubunya itu di Silalahi Nabolak,walau urutannya tidak sama dengan urutan anak Silahisabungan karena dia tidak tau persis urutan itu sebab waktu diculik dulu Silalahi raja Parmahan masih kecil (parmahan ) dan nama anaknya itu : 1. Sihaloho, 2.Sinagiro,3,Sinabang,4. Sinabutar.( coba lihat Sinagiro /Sigiro adalah Cucu Silahisabungan yang selevel dengan dia sedang yang 3 lainnya adalah bapa tua/bapa uda nya anak Silahisabungan(SIILALAHI). Ini adalah nama2 ke 4 putra Silalahi raja Parmahan ,jadi bukan keturunan 7 turpuk yang merantau ke Balige seperti yang dituduhkan/difitnahkan oleh anonim dan keturunan keempat anak Silalahi raja Parmahan ini yang bersatu mendirikan TUGU SILALAHI RAJA PARMAHAN di Balige sekarang(bukan anak Silalahi raja yang terbukti sekarang ini hanya rekayasa).
anonim,.. memang Silalahi raja Parmahan(anak Sondi raja) tidak ada di Tolping dan kalau ada berarti sudah pasti Silalahi Tolping anak Sondi raja.Seperti diuraikan diatas setiap keturunan Silahisabungan yang keluar dari Silalahi Nabolak akan bangga menamakan dirinya SILALAHI,termasuk yang 2 orang yang sama2 dengan dia diculik dulu saudara Silalahi raja Parmahan yang melompat ditano ponggol Pangururan ( cikal bakal nenek moyang/ompungnya Silalahi Pangururan dan Silalahi Tolping)tetap mempertahankan SILALAHI nama ompungnya Silahisabungan biar disegani orang (apalagi merantau dikampung orang lain)dan tidak memberitahukan kepada keturunannya Silalahi apa dia sebenarnya sehingga setelah beberapa generasi kemudian cicitbuyutnya tidak mengetahhui Silalahi apa dia sebenarnya.
Yang salah disini adalah nenek moyang kita dulu yang tidak memberitahu keturunannya Silalahi apa dia dan juga keadaan yang memaksa harus menonjolkan Silalahinya biar disegani orang diperantauan/dikampung orang karena Silahisabungan lebih dikenal dan disegani.
Horas ma dihita sude....

Anonim mengatakan...

K.silalahi Sipangkar,( halaman pertama)
anonim,......
Adong do marga SIlalahi ima sude pomparan ni Silahisabungan( Silalahi).
Siboru baso nabolon (Pinta haomasan ) bukan borunya Tuan Sorbadijulu/Parna tapi boruni Simbolon tua ,dan juga dongan tubuni Simbolon tua yaitu Tamba tua,Saragi tua, Munte tua, Nahampun tua tidak pernah merasa Silalahi(raja) berenya dan keturunan Silalahi(raja) juga hanya memperlakukan Simbolon sebagai hula2nya dimana bius Silalahi adalah pemberian bius marga Simbolon dan bukan ternasuk pemberian bius Sitanggang ( keturunan Munte tua dongan tubu Simbolon tua)yang membuktikan bahwa Pinta H.aomasan bukan itonya Munte tua & Simbolon tua tetapi anaknya Simbolon tua . Dan dapat dipastikan Pinta Haomasan(Siboru baso nabolon) bukan isteri bukan isteri Silahisabungan (apalagi isteri I ) karena Silahisabungan segenerasi dengan Raja Nabolon(kakek dari Pinta Haomasan). Juga kalau benar Silahisabungan(Silalahi) beristerikan Pinta haomasan (apalagi sebagai isteri I) adalah sangaaaat janggal jika Silalahi(raja) tidak memiliki harajaon bius di Pangururan maupun di Tolping seperti marga Naibaho putra Siraja Oloan adik kandung Silahisabungan dan juga marga Sinbolon dan Sitanggang menjadi raja bius di Pangururan cucu Raja Nabolon (segenerasi Silahisabungan). Jadi tempat tinggal pertama Silahisabungan adalah SILALAHI Nabolak bersama iteri I nya Pinggan Matio br Padang Batanghari dan Silalahi raja segenerasi dengan Silalahi Raja Parmahan (cucu Silahisabungan),.. brsambung ke hal.2 diatas.......

Anonim mengatakan...

Pamalo-malohon do ho di naso binotom. Ibaen ho naso binotom pagedukhon natingkos. Sia anak ni Raja Silahisabungan ima Silalahi, Sialoho, Situngkir, Rumasondi, Sidabariba, Sinabutar, Sidebang, Pintubatu dohot Tambunan.

Aha huroha nanaeng gulutonmu di naso binotom? Barani ho marhitehon naso binotom naeng parsoadaonmu siboan goar ni ompu i. Manat ho.

Anonim mengatakan...

Ido tutu. Nagodangan hata ni Sialoho dohot anggitta naonom nai. Dohonon na lilu anggitta napitu on, iba do namaila tu angka marga dongan halak Batak. Alai molo pinasip, ndang diboto anggitta napitu on nasodiboto hasida tarombona.

Jadi anggia, ndang pola godang dohonon tu hamu angginami Sialoho, Situngkir, Rumasondi, Sidabariba, Sinabutar, Sidebang dohot Pintubatu. Unang baen hamu maila hita pomparan ni ompunta Raja Silahisabungan marhitehon godang ni hatamuna di naso binotomuna.

Nungga leleng ni parrohahon, molo pajumpang hamu nasa ina dohot Silalahi, sai gabe songon musumu do dibahen hamu Silalahi. Hape nian, molo pajumpang hamu dohot Silalahi, ingkon lumobi lasma rohamuna marimbanghon molo pajumpang hamu dohot marga na asing, alana samudar do hita sian Ompunta.

Jala ringkot do ingotonmuna anggia, parrohahon hamuma goarmuna di bagasan surat-surat. Dang sada marga di pudi ni goarmuna. Adong do hamu mambahen Silalahi Sialoho, adong Silalahi Sihaloho, adong Sialoho, adong Sihaloho, adong Haloho, adong, adong holan Silalahi, adong Silalahi Situngkir dan seterusna.

Aha do lapatan ni i sude? Lapatanna, ndang tangkas di boto hamu tarombomuna. Alai songon nanidok nangkin, maila do iba tu donganta hala Batak molo sai papataron on, alana songon na marsitijur tu langit madabu tu ampuan do molo sai pinapatar on. Alai ndang marna mangantusi hamuna, sai gaor dope hamuna, godang hatamuna.

Molo Silalahi, siboan goar ni ompu i, ndang songon hamuna muba-uba margana digorgahon di surat tardidi, di ijazah, di bisoloit dohot di pintu ni jabuna. Hot doi tong-tong Silalahi. Ingot hamuma da, ndang boi be gontionmu angka surat tardidi, ijazah dohot bisoloit muna i 'kan?

Parrohahon muse on. Sahat tu saonari, adong do pe hamu natingkos manjou "abang" tu Silalahi. Taon pitu puluan, tangkas dope niingot, sai manjou abang do hamu tu Silalahi.

Jadi tung pe naung marulak-ulak hamu marrapot, dang tarsesa hamu sude i, jala dang tarara haumna sude hamuna asa unang adong hamuna namanjou abang tu Silalahi.

Nungnga puluhan taon hamu marrapot pasada tahi mangalo tu hahamuna, alai dang tarbaen hamu mamaksa sude hamuna asa gabe mangalo tu hahana Silalahi.

Jadi pauba hamu ma rohamuna, unangbe gok hatamu naeng padirihon nageduk. Hormat ma hamu tu hahamu Silalahi. Saulaknai dohonon, unang paila hamu hita luhut nasamudar marhite ompunta alani nasobinotomu.

Padenggan hamuma parrohaonmuna anggia, unang hosomi hamu hahamu Silalahi. Botima, anggiat olo hamu umbege hata ni hahamu.

Anonim mengatakan...

Amang tahe, Sidebang do hape par blogspot on, alai dibaen natua-tuana margana di pudi ni goarna Silalahi. Asi ni rohai ate....Dang dohonon anggitta na pituon NALILU SIGODANG HATA ate, iba do namaila ate. Alai nungnga sanga hudok ate? Oloma dang pola beha i, anggiat marhite-hite i anggitta si godang hata napituo on sadar.

Anonim mengatakan...

@Reeta
esensinya yang saya dapat disini itu, yakni marga yang kita miliki sekarang ini, baiklah jadikan sebagai budaya bangsa yang dapt memperkaya bangsa kita dan sebagai identitas budaya yang dapat mempersatukan kita, bukan malah dijadikan sebagai alat pemecah bagi bangsa kita.
Kita sebagi bangsa indoneia kan terkenal dengan kekayaan budaya dan suku bangsa nya, jadi marilah kita bangga dengan sejarah nenek moyang kita itu. Jadi, jadikan saja itu sebagai pemersatu, bukan mlah sebab perpecahan diantara kita orang batak.
Akhir kata, Horas tu hita sasude....

Anonim mengatakan...

Songoni ma sasintongna ito/namboru, unangma nian godang hata di nasobinotona, lumobi martahi mamparsoada hahana Silalahi. Behama ma ndang mambaen gaor angka si godang hata mamparsoada hahana Silalahi?

Jadi manang isepe si gagodang hata na martahi laho mamparsoada hahana Silalahi, manatma hamuna; tangihon hamuma jala tangi ma hamuna di hata ni ibotonta/namborunta @Reeta.

Botima tu hamu angginami si pitu sada ina sian ina paduahon nialap ni oppunta Silahisabungan.

Mauliate ma di ho ito/namboru @Reeta.

Horas.

Anonim mengatakan...

handia do tarombo mon amang agus leo, songon na dang menyakinkan.

Sihaloho mengatakan...

Sahira ahli sejarah do si anonim on, lomo lomona mambaen silisilah ni halak, nga jelas pomp Raja Parmahan Silalahi mengatakan bahwa leluhurnya(Raja Parmahan Silalahi/Raja Bunga bunga) pomp Sondi Raja sian Silalahi Nabolak, i dok sian na asing, na marsahit do huroa baion.

ferdinan mengatakan...

ferdinan mengatakan...
denggan do tarombo mon lae

Anonim mengatakan...

Selaku halak naposo, gabe bingung do iba ibahen hamu sude. Ai hurasa dang adong be jolma sonari na mamboto boha do kejadian na sebenarna. Alai tutu, adong buku dohot angka poda ni natua-tua naparjolo si paihut-ihutonta. Mungkin asing buku ku, asing muse buku ni ampara na sada an. Molo songon au, ala jolma naposo dope au, Tugu na adong di Silalahi na Bolak, ido anggo patokan ku. Ai dang na asal-asal di bahen i.
Mauliate ma di hita sude !!!

Anonim mengatakan...

silahi raja = silalahi raja =silalahi. mengapa silahi sabungan tidak sama dengan silalahi. apa hebatnya silahi raja dari silahi sabungan, TUNJUKKAN!!! silahi raja adalah sosok ygbelum pasti keberadaannya karena sampai saat ini belum diketahui dimana makamnya. dan antara silalahi tolping dan silalahi bursok (pangururan) belum ada deal siapa siakkangan.

Anonim mengatakan...

hhawhwahaw...semua membuat bingung.
inikah yg maw diceritakan kpada generasi kita nanti, "ketidak pastian ini" lama2 mereka muak mendengarkan silsilah yg tak ada hentinya dngn perdebatan.

Anonim mengatakan...

marilah qta mempersatukan marga qta,jangan lah jdiperdebatan buat qta...
smua silalahi itu sama,pasti na jangan ada perdebatan yg fatal....

Anonim mengatakan...

HORASS JALA GABE,,,,,
sattabi jo tu abng ku sihalo,,,,, au adek muna ruma sondii..., naeng berpendapat,,,,,, hea do au mardalani tu silalhi na bolak, jala disi do huta ta,mar dalani ma iba tu sada kios naeng manuhor sigaret, i sukkun ma tua au," marga aha do ho?", hu alusi ma "marga silalahi", isukkun muse... "bah jagoo nai ho poang, berarti ho do oppung ate", di songgaki ma au... jala di parnasehatton, jadi inti dari cerita ini, kita jangan ngaku-ngaku marga silalahi, silalahi kan punya anak, jadi kepada semua apparaku,,,, klw kita di tanyak orang, marga apa , bilang lh kita silalahi apa, sihaloho kah?, si tungkirkah?, ruma sondi kah?, dan lain-lain

HORAS.....

handika_rico@yahoo.co.id

daniel mengatakan...

sotung sega hita halak batak,,ta paula ma na denggan sebagai pomparan ni silahisabungan,taringot tu tarombo unang gabe mambahen bada..boleh brbeda pndapat tapi tetap satu sbg pomparan silahisabungan yg kompak di mana2.

Anonim mengatakan...

Wah... Akhirnya dapat info juga
Apapun masalahnya atau asal usulnya
Tetap satu Marga
..
_Togi Sihaloho_

Anonim mengatakan...

Horas..
Sattabi di hita sude pomparan silahi sabungan.
Stelah sya cermati hasil perdebatan sude appara niba,
Gabe bingung do.
Menurt sya silalahi apapun itu , mari kita jadikan sebagai pemersatu marga kita , dan bukan menjadi pemecah d antara kita.di balik semua itu mngkin ada benar,ada salah,ttpi hanya oppu I do umbotoi.dang hamu
Kita bleh sja berargumen , ttpi argumen jngan di paksakan harus di terima,intinya apapun itu mari bersatu silalahi sabungan horas..
Mart silalahi.

dairi mengatakan...

buktikan dari kerangka oppung masing masing dan anda generasi keberapa !!! baru kita bicara posisi siapa yang benar dan fakta sesungguhnya
081391888893

kankmas mengatakan...

Marga sihotang dengan boru tambunan bisa tidak menikah...

Poskan Komentar